Proyek Musik 2014 Pongki Barata ! Part 2

Nah..kita lanjut lagii..udah baca part 1 nya kan?

Proyek selanjutnya adalah membantu penyanyi baru bernama Anit yang berumur 13 tahun, gadis cantik dari Lombok yang saya bantu menulis lagu dan memproduksi musiknya.

Lagu saya buat Anit ada dua: Jangan Lupakan Aku dan Berdua Sempurna (duet dgn Pongki Barata). Anit mempunyai suara pra remaja yang halus dan melankolis, cocok buat lagu lagu saya!. Penasaran dengan hasilnya silahkan dengar di https://soundcloud.com/tanita-cahya/anit-jangan-lupakan-aku

Nah yang sedang berjalan adalah Album solo saya ! horeeeee…hahahah

I’m so excited about this! It’s gonna be great, I promise you. Album ini nanti akan melibatkan banyak musisi dan banyak penyanyi ! woohoooo..seru kan…cuman sayang , saya belum bisa menjelaskan siapa saja yang terlibat hihihi…

tapi saya kasih bocoran dikiit deh. di album ini nanti akan ada lagu dengan judul: Bertanya-tanya dan Ada Kamu Di sini. Tidak hanya itu, akan ada duet saya dengan Sophie Navita di lagu berjudul Stay Close (video klipnya udah bisa dilihat di youtube)..

Sementara ituuuu The Dance Company juga masih akan sibuk mempromosikan album Happy Together, dengan single baru berjudul Biadab. Video klipnya sebentar lagi di rilis. Keren deh..beneraaaaan hahaha

Tidak hanya bikin album, saya juga (bersama www.kamarmusik.net) membuat GilaGitar. Sebuah karya video yang mengulas gitar gitar (sementara ini akustik…) nonton aja yaa di Youtube. Banyak kejutan disetiap episode nya he he…

Lumayan sibuk yaaa? hahaha.. I guess so..but there`s always room for another project…we’ll see…

Sekian dulu deh .. Sampai jumpaaaa

Proyek Musik 2014 Pongki Barata ! Part 1

Haiiiiiii !!!

Lama tak jumpa ! mohon maaf web ini sempat terabaikan. Maklumlah selain masih wara wiri dengan the dance company, saya juga di sibukkan dengan 2 anak kriting yang luar biasanya lucunya, belum lagi membantu istri dengan segala aktifitasnya : ).

Sooooo… semoga kalian semuanya baik baik saja dan semakin produktif di tahun 2014 ini.

Kalo saya sendiri akan ada beberapa project yang akan (sebagian sudah) saya kerjakan.

Yang pertama; saya akan duet dengan Tika Ramlan eks (atau masih?) duo T2 ! lagu yang kami kerjakan adalah lagu lama Jikustik : Akhiri Ini Dengan Indah…. saya bertindak sebagai produser dan sumbang suara juga tentunya! Rekaman dilakukan di studio saya, RR studio. rekaman berjalan dengan baik. Gak terlalu lama untuk saya dan Tika menyesuaikan diri di studio to bring out our best of abilities.

Walaupun rekaman ini saya akui agak sulit karena range vokal saya dan Tika yang berbeda. karena ini adalah album solo Tika, maka saya mengalah saja untuk bernyanyi di range suara dia hahaha… Tapi it was a nice experience though. Tika herself was very professional in the studio. Never waste her time, and did her best to achieve the best result. Good job ! (that`s me as a producer speaking)

Kesulitan kedua adalah saya menginginkan agar rekaman ini menjadi sangat Tika dan Pongki, jadi saya menggunakan hak saya sebagai produser (curang lu pong..hahaha) untuk memainkan gitar dan bass nya sendiri ! hahaha.

Kabarnya bulan februari ini album Tika akan dirilis sooo..pleaseeee buy the original album (or i-tunes), and you`ll make us the happiest singer on earth !

Project yang lain adalah : ALAMANDA MUSIC CORNER

apa itu? Alamanda music corner adalah nama studio di Yogyakarta , tempat saya dulu ber proses dan belajar dan berteman dan bahkan berkarya disana. Disana tempat banyak musisi Yogyakarta berkumpul, dengan berbagai mimpi dan tujuan hidup hehehe..Singkat cerita studio musik ini akhirnya bubar jalan, dan kami tercerai berai ke berbagai penjuru kota. Sampai pada suatu saat, kami berkumpul lagi dalam media digital Whatsap dan melanjutkan nongkrong bersama kami disitu. dan kemudian munculah ide untuk membuat album kompilasi gitar untuk mengenang alamanda music corner ini….

Di album itu saya membawakan lagu Kawan Aku Pulang (lagu yang sempat ada di album Jikustik-Pagi). Arransemen baru, dengan dibantu Tommy Widodo , my long-time musical companion sebagai co-producer.

Yang menarik adalah, saya menggunakan ukulele sebagai ritem utama lagu itu! Kebetulan tahun lalu, waktu menemani istri ke Singapore, saya berhasil pulang membawa oleh oleh ukulele tenor (makasiiih Sophie…) Sesampainya di Jakarta saya malah bingung kapan mau dipakainya..Nah kebetulan ada lagu ini , jodoh!!

Tidak hanya itu, gara gara ide dari Tomo (guitarist Newdays,NYK guns, songwriter,arranger) yang kebetulan juga teman nongkrong di Alamanda dulu, maka saya bernyanyi tidak sendirian. Ada Icha (eks bassist Jikustik) !!!!

Alasan nya? sederhana saja..Icha juga peserta tetap nongkrong di Alamanda dulu, dan sepertinya dia sedang tidak ada materi yang bisa dimasukkan ke project ini hahahaha…

So dengan disuap siomay andalan keluarga kami, Icha dengan senang hati datang dan memberikan suaranya di lagu ini. Bukan, ini bukan lagu duet. Di lagu ini Icha muncul sebagai suara tamu , atau istilah keren nya: featuring. Bedanya apa? bedanya adalah di porsinya he he. (dengerin aja , nanti pasti paham)

Kenapa nggak duet sekalian? Sederhana saja, menurut kami belum waktunya ha ha..lagipula Icha sekarang sedang mengerjakan proyek solonya…so I don`t wanna ruin the fun : )

Icha merekam suaranya hanya dalam 15 menit! dan dua jam selanjutnya kita habiskan dengan ngobrol dan makan siomay hahaha..lebih lama dijalan daripada rekaman, demikian ujar Icha.

Proyek ini diharapkan akan dirilis bulan Maret 2014! ditungguu yaaaa…

BERSAMBUNG KE PART 2

Solo Album Berikutnya Terinsprasi dari Fort Bragg

Halo semua… Apa kabar? Pada saat berita ini ditulis, saya sedang berada di Kota kecil bernama Fort Bragg, California, USA. Disini saya terinspirasi untuk membuat album full bahasa inggris yang nantinya akan dirilis terbatas. Mencoba sesuatu yang baru, itu tujuan saya menggunakan full inggris dalam lirik lagunya. Keindahan kota Fort Bragg ini saya coba tuangkan dalam karya karya saya nanti… Soo ditunggu yaaaa

Lagu Lagu Baru Saya

Halo..sudah lama tidak bertukar kabar di web ini he he he..maafkan saya memang lagi agak sibuk dengan The Dance Company yang harus segera menyelesaikan album baru.

Mulai dari mana yaaa…mmmm seperti biasa kita mulai dengan karya dulu deh..

Sebagai songwriter saya senang sekali karena akhirnya saya bisa bekerja sama dengan musisi idola saya. Maestro musik pop Indonesia, Mr. Fariz RM !!! Yes , Mas fariz dan labelnya meminta saya untuk membuatkan lagu yang nantinya akan dimuat di album baru beliau.

Album baru nya itu diberi judul Fenomena. (sudah dirilis, bisa didapat salah satunya di Disc Tarra). Yang lebih menggembirakan adalah lagunya diaransemen oleh Erwin Gutawa ! lebih dasyatnya lagi (bukan acara musik pagi yaa..he he he) pengambilan rekaman stringnya dilakukan di Praha !

Oh iya, saya lupa, judul lagunya adalah Hati Yang Terang. Album Fenomena ini dirilis dalam kemasan yang eksklusif. Didalam boxsetnya terdapat 1 CD dan 2 DVD live . Seru kan? Buruaaan punyaaaaaaa.

Terus, adalagi penyanyi asal Republic Malta, sebuah Negara di Eropa dekat dengan Itali bernama Fabrizio Faniello. Apa hubungan nya dengan saya? Tentu saja ada ha ha ha..saya membuatkan lirik untuk 2 lagunya yang diambil dari album Kasmaran. Jadiiiii… saya membuat lirik lagu dari lagu lamanya yang berjudul I’m In Love (menjadi Kasmaran) dan Heavenly (menjadi Aku Punya Dia). Album ini dirilis oleh label Nagaswara. Bagaimana ceritanya? Nggak sengaja…saya bertemu dengan Fabrizio di sebuah acara di Menado. Kebetulan Nagaswara menjadi sponsornya. Nah Bos Nagaswara Pak Rahayu ,pada saat makan malam, tiba tiba punya ide untuk merilis ulang lagu lama Fabrizio dalam bahasa Indonesia. Mengingat sebelumnya , di Eropa Fabrizio sukses mendaur ulang lagu Wali (Cari Jodoh) menjadi lagu berbahasa Inggris , No Can Do. Kebetulan sekali sayalah satu satunya songwriter di meja makan itu ha ha ha…Rejeki takkan kemana.

Eh masih ada lagi lhoo…Saya juga terlibat dalam album Maera, penyanyi pendatang baru, dengan suara yang berat dan jazzy. Album ini diproduseri oleh Tohpati (satu lagi favorit sayaaaa). Daaan tentu saja lagu saya juga dibuat musiknya oleh Tohpati..Horeeeeeee ..norak ya ha ha ha…

Lagu saya di album Maera ini berjudul Jiwa. Mmm sebenarnya separuh lagu saya sih, karena untuk bagian lirik, saya membuat liriknya berdasarkan tulisan tulisan berbentuk prosa yang dikirim oleh Maera. Jadi semacam kolaborasi lah dengan Maera. Album ini juga telah beredar tapi konon kabarnya dicetak terbatas hanya 1000 pcs, dan setiap CD nya ada no urutnya. Dan punya saya no 88 ! ha ha ha ha. Lebih mantepnya lagi, cover Cd nya terbuat dari kulit ! very exclusive !

Lanjuut. Masih sebagai songwriter saya juga sedang mengerjakansebuah lagu tema untuk Soundtrack film Pasukan Kapiten. Kalau biasanya saya mengerjakan lagu untuk penyanyi solo, kali ini saya mengerjakan lagu (sebagai produser juga) untuk band Juliette ! Judul lagunya adalah…..nanti aja deh he he he..pada saat tulisan ini dibuat, lagu nya sedang dalam taraf mixing…sabar yaaa.mestinya bulan Juni udah bisa didengar kok he he

Sementara segitu dulu ya ceritanya..nanti kalo ada ide atau peristiwa penting lagi, baru saya nulis lagi he he he

Bye bye!

5 EFEK LEBARAN BUAT PONGKI BARATA

Saya tidak merayakan lebaran, tetapi tidak bisa dipungkiri bahwa agenda tiap tahun ini mampu memberi pengaruh kepada setiap orang di negeri ini, termasuk saya. Maka saya memutuskan untuk menulis, beberapa efek lebaran dari h-5 sampai h+5. Oh ya…Selamat Hari raya Idul Fitri bagi yang merayakan nya !

  1. Harus mengatur pengeluaran. Bukan THR ke pegawai saya yg dimaksud, tetapi kapan saya bisa ‘keluar’ rumah dan kapan saya harus ‘dirumah’. Berhubung semua pembantu pada pulang, jadi saya dan keluarga tidak bisa semena mena meninggalkan rumah begitu saja bila ada keperluan. Rumah saya pernah kemasukan maling, yg diambil tangga lipat andalan saya lagi…jadi saya dan keluarga harus menjadi tahanan kota.
  2. Mendadak jadi kangen sama pegawai dan pembantu. Mohon jangan disalah artikan, bagi saya istri saya adalah orang yang paling berhak menerima rindu saya, tapi ditengah pekerjaan rumah yang menumpuk seperti mencuci, ngepel dan men strika baju, saya rasa kerinduan saya akan pembantu dan pegawai saya sangat beralasan. Saya bukan nya manja, saya hanya malas. itu aja kok. ha ha ha
  3. Makin mengenali sudut sudut rumah sendiri. Mohon maaf , naluri saya sebagi Boss besar dirumah membuat saya tidak hapal dimana lokasi sapu, kain pel, deterjen, obat lantai buat lantai marmer dan lantai kayu (yang ternyata berbeda ! ) dan lain lain berada. Pegawai saya di rumah, Ujang, adalah ahli dalam menyembunyikan itu semua di sudut sudut rumah. Saya rasa dia sekolahnya khusus mata kuliah ‘Menyembunyikan Peralatan Rumah Tangga Dengan Sempurna Sehingga Boss Kamu Tidak Bisa Menemukan nya’
  4. Banyak timbul ide kreatif. Eeeeitts nanti dulu, jangan dikira saya punya banyak waktu di kurun waktu libur lebaran ini. Otak saya mulai banyak berpikir kreatif, ketika saya mulai menyetrika baju ! yak, anda tidak salah baca. Ketika menyetrika, saya mencoba melakukannya dengan sukacita tra la la tri li li, sembari otak saya menerawang kemana mana, dan ketika otak saya sudah mulai setengah melamun, timbulah ide ide kreatif, yang saya justru susah dapatkan ketika sedang dengan sengaja mencari ide di studio. Bingung? begini skemanya : Setrika -> melamun ->sadar ->melamun ->muncul ide -> sadar lagi -> setrika lagi. (mulai lagi dari siklus awal ). Puji Tuhan ,Sophie istri saya belum ada protes tentang baju bolong. Tapi dia tidak tau , jari telunjuk saya nyaris menjadi Steak Jari tertimpa strikaan. Anyway…men-strika baju mambuat saya menjadi lebih kreatip. (ide menulis artikel ini didapatkan ketika sedang menyetrika)
  5. Menemukan Surga. Well harus diakui, demi mendidik mereka supaya kelak mandiri dan bisa diandalkan, saya dan Sophie mengajari mereka untuk tidur sendiri di kamar mereka sendiri setiap malam, kecuali hari sabtu dan minggu, mereka dapat free pass untuk tidur di kamar kami (buat mereka itu surga sekali, percayalah). Ternyata peraturan ini tidak berlaku di libur lebaran. Demi alasan kebersihan dan penghematan listrik, kami memutuskan untuk terus tidur satu kamar selama libur lebaran ini. Dengan demikian hanya ada satu kamar yang kotor dan satu kamar juga yang menyalakan AC. Bisa dibayangkan muka Rangga dan Radya menerima keputusan ini. Jam tidur malam memang jadi agak molor karena ini, tapi itu karena mendengarkan Rangga dan Radya berceloteh tentang apa saja. Nice, dan percayalah, kali ini saya yang merasakan Surga.

demikianlah saudara saudara yang saya kasihi, ketika orang lain memilih lari dari kenyataan dengan kabur dari rumah saat ditinggal pembantu mudik, keluarga kami malah menemukan sisi baru. Selamat buat yang berhasil bertahan dirumah selama lebaran…dan buat yang nginep dihotel selama lebaran karena ditinggal mudik pembantu….save us a room, karena Tahun depan gua mau gituuuuuuuuu.

1 Gitar, 1000 Nada part II

Hai..Silahkan baca berita lengkapnya di sini.

Solo

Saya bersyukur karena pada akhirnya bisa sampai tahap ini. Merilis album solo. Buat sebagian penyanyi atau musisi , mungkin hal ini merupakan hal yang biasa, tapi saya yakin mereka semua setuju bahwa merilis album pertama selalu menjadi pengalaman yang mendebarkan. Hmmm walaupun tidak tepat benar kalau disebut album pertama ( album pertama saya bersama Jikustik adalah album Seribu Tahun -1999). Tapi ini adalah album Solo saya yang pertama.

Dibanding sahabat sahabat saya di The Dance Company, yang semuanya sudah merilis album solo lebih banyak dari saya,saya bisa dibilang agak sedikit terlambat. Harap maklum sebagian besar waktu saya dulu memang dihabiskan untuk membuat album bersama Jikustik ( 7 album) , belum lagi termasuk album album dimana saya berperan sebagai produser. Kalaupun pada akhirnya saya sekarang merilis album solo, itu tidak lepas dari dukungan semua orang dekat saya, terutama istriku Sophie, yang tidak pernah putus memberi dukungan untuk karya karya saya. Sampai pada akhirnya saya berkata pada diri sendiri, inilah saat yang tepat untuk saya membuat al;bum solo.

Delapan lagu dia album Sunrise ini benar benar menjadi wakil dari semua perasaan saya dalam memaknai cinta, keluarga, persahabatan dengan segala turun naiknya. Lirik saya tidak pernah berubah, selalu tentang hal hal tersebut. Jujur saja, butuh waktu lama untuk saya merumuskan konsep album ini, yang pada akhirnya bermuara juga pada satu hal, ‘menjadi diri sendiri’. Inilah saya dan rumusan saya. Inilah musik saya. Kesemuanya jujur, tidak ada yang dibuat buat. Seperti bial halnya anda menemui sound country dan pengaruh beberapa penyanyi favorit saya, ya karena memang demikianlah adanya. Semuanya mengalir.

Menjadi penyanyi solo tidaklah mudah.Apalagi saya dibesarkan oleh format band. Silahkan tanya pada semua penyanyi solo yang mantan anak band. Dalam format Solo atau sendirian ini saya kadang merasa kesepian, capek, takut dan merasa terbebani karena semua keputusan ada di tangan saya. Sendiri. Tapi berbarengan dengan ini saya juga merasakan kebebasan, ruang gerak yang luas, tantangan dan yang lebih penting lagi saya semakin menghargai fungsi masing masing pemain dalam sebuah band.

Bukan rahasia umum lagi, pemain band pengiring atau dikenal dengan istilah session player sebagian besar dipekerjakan dengan tujuan ‘membuat si penyanyi atau artis menjadi terlihat bagus’. Maksud saya, sebagai session player, mereka harus bisa menekan emosi dan idealisme merka dalam bermain musik disaat mereka berfungsi sebagai pemain pengiring. Ini pekerjaan yang luar biasa. saya sangat mengagumi itu, karena sebagai musisi, saya sangat terbiasa bebas dan membiarkan imajinasi dan idealisme saya terbang dengan liar. Thanks buat siapapun yang menjadi band pengiring saya nanti : )

Pada saat album Sunrise ini dirilis nanti, itu pertanda sebuah karir baru sedang akan dimulai, tidak terkecuali saya, Pongki Barata. Harus siap tempur dan yakin. Harus seimbang. Harus semangat, karena saya tidak pernah tahu kemana album solo ini akan membawa saya. Atau lebih penting lagi, kemana musik saya bisa membawa pendengarnya?

Sekali lagi saya bersyukur bisa sampai ditahap ini..Ditahap dimana saya bisa menjadi diri sendiri dan bisa semakin menjangkau pendengar musik di Indonesia. Selamat menikmati ‘matahari terbit’ ini !

Salam

Pongki Barata

1 Gitar, 1000 Nada part I

Haii..everyone..this is what I’ve been working on for the last couple of weeks..enjoy ! ini linknya

Fakta Fakta mengenai Sunrise

1. Album ini diberi judul Sunrise karena Sunrise adalah perlambang hari yang baru, harapan baru, memberikan kehangatan di awal hari. Tadinya mau diberi judul 8, karena berisi delapan lagu, kemudian ada ide Sunset,tapi setelah berdikusi dengan Danie Satrio seorang sahabat yang bekerja sebagai jurnalis, akhirnya munculah ide Sunrise.

2. Semua foto di album Sunrise diambil dengan menggunakan kamera dari I-phone milik Sophie Navita istri saya, dan yang mengambil gambar adalah Aris. Lokasi disekitaran RR studio dan Puncak.

3. Aris juga yang mendisain cover album Sunrise. Aris sendiri sebelumnya sempat menjadi teknisi gitar saya selama 4 tahun,sewaktu saya masih di Jikustik.

4. Lagu I Miss You di track 3 dimainkan dengan menggunakan 2 gitar akustik (Genta dan Martin) dan 1 gitar fender telecaster untuk sound slide nya (yang dimainkan oleh Aldy dari grup band Kanda)

5. Lagu I Miss You tercipta ketika saya sedang bereksperimen dengan Capo. Liriknya di ilhami oleh menunggu kedatangan istri saya dari luar kota.

6. Lagu Tanpamu, Tanpamu di track 6 tadinya akan dirilis secara gratis di internet pasca vakum dari Jikustik, tapi kemudian ditunda dan diputuskan untuk dimasukkan kedalam album atas usul Suryanto, sahabat sekaligus juru rekam RR studio dimana album ini direkam.

7. Lagu Kau, Selalu track 1 diciptakan dan disempurnakan dalam waktu yang berbeda beda. Bait selesai terlebih dulu, reff 7 hari kemudian, lirik baru selesai 7 hari kemudian lagi. Gtar dimainkan secara apik oleh Tomo Widayat.

8. Lagu Aku Milikmu Malam Ini adalah lagu yang pertama kali selesai untuk album ini. Awalnya Baim (gitaris, penyanyi) membuatkan aransemen untuk lagu ini sebagai hadiah sebagai bentuk dukungannya kepada solo album saya ini.

9. Baim menjadi produser untuk 3 lagu di album sunrise ini: Aku Milikmu Malam Ini, Kemanapun Kau Pergi dan dalam Pelarian

10. Lagu Selamanya + Sehari diciptakan oleh Sophie Navita, sebagai hadiah untuk album ini. Kebetulan juga saya sedang membutuhkan lagu bertempo cepat untuk album Sunrise ini. Klop-lah.

11. Menari Di Bawah Hujan saya ciptakan untuk memberi support kepada seorang teman yang sedang mengalami banyak masalah dalam hidupnya, tetapi dia justru berusaha menikmati setiap prosesnya dan tetap tegar.

12. Tyo Adrian yang dulu pernah menjabat sebagai produser musik di album Malam -Jikustik, menyumbangkan permainan bassnya di lagu: Aku Milikmu Malam Ini,Kemanapun Kau Pergi dan dalam Pelarian. Di lagu lain nya, bass diisi oleh Wega dari The Dance Company.

13. Total pengerjaan album Sunrise dari hari pertama sampai selesai adalah mendekati 2 tahun hehehe (selama itu saya berkarya di The Dance Company, duet dengan Sophie Navita dan menjadi produser beberapa artis lain nya).

14. Banyak orang menyangka lagu Aku Milikmu Malam Ini adalah tentang hubungan one night stand. Bukan. Lagu ini bercerita tentang kehilangan orang yang dicintai untuk kedua kali. Sebuah cinta lama yang tidak pernah mati tapi hanya pergi, datang dan kemudian pergi lagi.

15. Lirik favorit saya di album ini adalah: ” Engkau adalah nada..yang memberi harmoni..” diambil dari lagu Kau, Selalu. Alasan nya karena kalimat ini selalu mengungatkan saya pada keluarga kecil saya, satu sama lain saling melengkapi.

Fakta lain nya bisa ditemukan di CD album nya. enjoy your own Sunrise !!

My Heroes!

Hmmmm banyak yang bertanya siapa yang mempengaruhi musik saya. Sejujurnya saya bilang banyak sekali. Tapi kalau mau dilihat CD siapa yang saya koleksi lengkap maka adalah nama nama seperti ini :

The Beatles, Sting, Roxette, Tommy Page, New Kids On The Block, Jason Donovan (kecuali album terbarunya yg tdk dijual di Indonesia), The Cure,Duran Duran, Pete Yorn, The Beach Boys, Bryan Adams, Bon Jovi, Def Leppard, Fountains of Wayne,dan tentu saja the one and only…Guns ‘N Roses !

Masih banyak koleksi cd saya yang lain, yang terlalu banyak kalo ditulis disini : )