Saya bersyukur karena pada akhirnya bisa sampai tahap ini. Merilis album solo. Buat sebagian penyanyi atau musisi , mungkin hal ini merupakan hal yang biasa, tapi saya yakin mereka semua setuju bahwa merilis album pertama selalu menjadi pengalaman yang mendebarkan. Hmmm walaupun tidak tepat benar kalau disebut album pertama ( album pertama saya bersama Jikustik adalah album Seribu Tahun -1999). Tapi ini adalah album Solo saya yang pertama.

Dibanding sahabat sahabat saya di The Dance Company, yang semuanya sudah merilis album solo lebih banyak dari saya,saya bisa dibilang agak sedikit terlambat. Harap maklum sebagian besar waktu saya dulu memang dihabiskan untuk membuat album bersama Jikustik ( 7 album) , belum lagi termasuk album album dimana saya berperan sebagai produser. Kalaupun pada akhirnya saya sekarang merilis album solo, itu tidak lepas dari dukungan semua orang dekat saya, terutama istriku Sophie, yang tidak pernah putus memberi dukungan untuk karya karya saya. Sampai pada akhirnya saya berkata pada diri sendiri, inilah saat yang tepat untuk saya membuat al;bum solo.

Delapan lagu dia album Sunrise ini benar benar menjadi wakil dari semua perasaan saya dalam memaknai cinta, keluarga, persahabatan dengan segala turun naiknya. Lirik saya tidak pernah berubah, selalu tentang hal hal tersebut. Jujur saja, butuh waktu lama untuk saya merumuskan konsep album ini, yang pada akhirnya bermuara juga pada satu hal, ‘menjadi diri sendiri’. Inilah saya dan rumusan saya. Inilah musik saya. Kesemuanya jujur, tidak ada yang dibuat buat. Seperti bial halnya anda menemui sound country dan pengaruh beberapa penyanyi favorit saya, ya karena memang demikianlah adanya. Semuanya mengalir.

Menjadi penyanyi solo tidaklah mudah.Apalagi saya dibesarkan oleh format band. Silahkan tanya pada semua penyanyi solo yang mantan anak band. Dalam format Solo atau sendirian ini saya kadang merasa kesepian, capek, takut dan merasa terbebani karena semua keputusan ada di tangan saya. Sendiri. Tapi berbarengan dengan ini saya juga merasakan kebebasan, ruang gerak yang luas, tantangan dan yang lebih penting lagi saya semakin menghargai fungsi masing masing pemain dalam sebuah band.

Bukan rahasia umum lagi, pemain band pengiring atau dikenal dengan istilah session player sebagian besar dipekerjakan dengan tujuan ‘membuat si penyanyi atau artis menjadi terlihat bagus’. Maksud saya, sebagai session player, mereka harus bisa menekan emosi dan idealisme merka dalam bermain musik disaat mereka berfungsi sebagai pemain pengiring. Ini pekerjaan yang luar biasa. saya sangat mengagumi itu, karena sebagai musisi, saya sangat terbiasa bebas dan membiarkan imajinasi dan idealisme saya terbang dengan liar. Thanks buat siapapun yang menjadi band pengiring saya nanti : )

Pada saat album Sunrise ini dirilis nanti, itu pertanda sebuah karir baru sedang akan dimulai, tidak terkecuali saya, Pongki Barata. Harus siap tempur dan yakin. Harus seimbang. Harus semangat, karena saya tidak pernah tahu kemana album solo ini akan membawa saya. Atau lebih penting lagi, kemana musik saya bisa membawa pendengarnya?

Sekali lagi saya bersyukur bisa sampai ditahap ini..Ditahap dimana saya bisa menjadi diri sendiri dan bisa semakin menjangkau pendengar musik di Indonesia. Selamat menikmati ‘matahari terbit’ ini !

Salam

Pongki Barata