NEWS

Posted on: 14 Nov 2011
Share: Share on Facebook
Read 1724 times.

Part 2

Rekaman pertama yang harus saya ‘kunjungi ‘ adalah rekaman bersama Dewa Budjana untuk lagu dia Masa Kecil. Nama Dewa Budjana sudah sangat kita kenal di dunia per-gitar-an Indonesia. Gitaris yang memiliki visi luas dan maju ini banyak meng inspirasi gitaris gitaris muda di Indonesia. Sumbangsihnya buat dunia jazz juga sangat luar biasa. Jadi saya tidak mau melewatkan momen ini. Rekaman dilakukan di studio Colloseum milik Baron. Disana ternyata juga hadir Ronald (mantan drummer Gigi dan Dr. Pm), kemudian ada juga Rishanda bassist muda penuh bakat, yang menjadi bassist Drew band dan band Magenta nya Andi Rianto. Ronald dan Rishanda ternyata juga bersemangat membantu Dewa Budjana di proyek ini. Sayang sekali saya tidak bisa melihat secara langsung proses rekaman gitar dari Dewa Budjana, karena sudah dilakukan di rumah beliau, tetapi saya tetap kagum dengan proses rekaman drum dan bass yang dilakukan oleh Ronal dan Shanda. Kompak dan ber-energi. Tidak heran ini bisa terjadi, karena mereka berdua merupakan ritem section andalan Andi Rianto di band Magenta sekarang. Yang lebih membuat saya happy lagi adalah, ternyata, menurut Budjana,ini adalah rekaman dia dengan Ronald setelah sekian tahun. Terakhir mereka rekaman bareng adalah tahun 1996! Budjana sendiri tampak puas dengan hasil rekaman malam itu dan berulang kali memuji Rishanda sebagai bassist yang bagus dan enak pilihan notenya. Malam itu saya juga ditemani oleh, sahabat saya di The Dance Company Baim, yang juga ikut kagum dengan sesi rekaman malam itu. Belum lagi ketika kami akhirnya mendengar utuh komposisi lagu Budjana itu. Komposisi yang diciptakan Budjana benar benar mewakili perasaan kami di masa kecil. Riang, bebas tapi juga ada bandel bandelnya. (anda akan tahu kalau sudah mendengarkan).  Dan yang lebih penting lagi, komposisi ini terdengar sangat ‘Budjana’. Unik dan melodius. Tak selang beberapa lama rekaman selesai, my fellow kompilator : Adib Hidayat dan Ricky Siahaan datang dan membawakan Pizza. Perfect !

 

Ditempat dan waktu yang sama, tak lama setelah Adib dan Ricky datang, oleh operator studio Jimmy (yang juga drummer Baron and the Soulmates) kami diperdengarkan sebuah karya dari Baron (yang pada saat itu tidak hadir karena sedang berada di tempat lain). Judul lagu yang dibuat adalah “Aku Yang Peduli”. Sebuah komposisi heavy rock yang berbau punk. Di demo tersebut kami mendengarkan hal yang mungkin super-duper jarang didengar orang lain, yaitu Baron bernyanyi ! rencananya lagu itu akan diisi vocal oleh Boim , vokalis baru Seriues band, tapi karena Boim belum sempat mengisi maka Baron yang menyanyikan nya. Menurut saya, Baron sangat pas menyanyikan lagu ini, suaranya sungguh nge-rock dan ber attitude, sangat punk-ish sekali ! Rencana nya lagu ini nanti bakal diisi oleh belasan gitaris metal ! Sayang sekali pada saat saya menulis ini, saya belum tahu siapa saja gitaris yang akan diajak oleh Baron. Anyway, komposisi “Aku Yang Peduli” ini seperti mengembalikan citra Baron yang saya ingin lihat, heavy Rock !

 

Silaturahmi wajib dijaga, oleh karena itu, saya berusaha menyempatkan untuk mendatangi atau menemui rekan rekan gitaris ini satu persatu. John Paul Ivan atau JPI adalah gitaris pertama yang mengabari saya kalau materi dia yang berjudul State of Play sudah selesai dan bisa diambil dirumahnya. Saya segera bergegas, karena selain rumah saya juga dekat (hanya berjarak 15 menit naik mobil), saya merasa perlu bertemu dengan  JPI untuk sedikit banyak menjelaskan kembali tujuan album ini. Akhirnya kami bertemu di lobi apartemen nya dan berbincang bincang di situ untuk beberapa lama. Obrolan kami sangat bervariatif, mulai dari Boomerang, karir solo dia dan band terbarunya Rockstarr Conspiracy. Saya salut dengan JPI yang ternyata  dibalik rambut gondrongnya yang sangar ternyata adalah teman bicara yang menyenangkan. Di tambah lagi JPI memiliki visi yang panjang tentang karirnya sebagi Gitaris solo.(maaf tidak bisa saya bicarakan disini, biar JPI yang cerita sendiri he he). Lagu State of Play sendiri adalah lagu full instrumental yang bernuansakan nada nada tradisional Irlandia, yang dibungkus dengan arransemen rock. Lagu ini sebenarnya adalah salah satu materi dari album solonya, tapi dia merelakan untuk dipakai di proyek ini. Thanks a lot brother !

 

Beberapa hari kemudian saya mendapat SMS dari Mr.J atau lebih kita kenal sebagi Jarwo gitaris Naif. Jarwo yang sebelumnya sudah memberikan sample lagunya via email, menulis bahwa materi lagu dia yang berjudul Syria sudah bisa diambil dikantor manajemen Naif di daerah Pasar Minggu. Saya langsung mengiyakan dan meluncur kesana . Kita janjian untuk bertemu pukul  21.00. pukul 21.15 menit saya sampai disana dan langsung disambut oleh Jarwo di depan pagar kantornya dengan senyumnya yang khas. Saya pun dipersilahkan masuk dan ditawari minum. Secangkir teh manis hangat akan pas sekali malam ini, pikir saya. Sebelum teh  hangat nya selesai dibuat, saya diajak tour keliling kantor  Naif tersebut.  Saya sempat juga diperlihatkan studio tempat mereka merekam lagu lagu ajaib mereka. Mesin Waktu Studio. Ada beberapa peralatan musik tua dan vintage disana (sesuai banget sama band lu wo ! ) dan piano tua berdiri manis penuh inspirasi. Mungkin kapan kapan saya bisa rekaman disana, menarik piker saya. Setelah tur singkat di studio, akhirnya kami pun duduk dengan teh manis panas yang terhidang dan Jarwo mulai menyalakan rokoknya. Setiap kepul asap disertai juga dengan cerita cerita unik khas Naif , termasuk juga cerita tentang album baru Naif Planet Cinta yang saya suka. Satu hal ,menarik yang saya tangkap dari percakapan malam itu adalah, Naif sanggup bertahan sekian lama (dan bahkan sudah membeli rumah yang dijadikan kantor itu) didunia hiburan adalah karena mereka tetap ‘independen’ dalam artian mereka tetap berkarya dengan idealis dan jujur. Mereka tetap berusaha menjaga kemandirian itu. Obrolan kami pun banyak diselingi tawa, karena pada dasarnya Jarwo ini orang nya lucu walaupun terkesan serius (Dia serius kalo bicara duit dan Naif aja kayaknya hahahaha). Menurut Jarwo juga, lagu dia yang berjudul Syria ini sebenarnya akan diberi judul Indonesia..tapi akhirnya dia memilih judul Syria karena lebih terdengar sexy dan misterius. Sebuah malam yang menyenangkan, Jarwo adalah seorang musisi yang sangat rendah hati dan perasa, tercermin di lagu Syria ini.

 

Edwin dan Ernest adalah kakak beradik disebuah band yang bernama Cokelat. Kiprah mereka didunia panggung hiburan Indonesia sudah matang dan panjang. Walaupun sempat ditinggal vokalisnya, mereka tak berlama lama untuk kemudian bangkit dengan vokalis baru. Jadi akan sangat menarik untuk melihat mereka menyumbangkan karya mereka sebagai gitaris untuk proyek ini.  Rencana awalnya adalah Edwin dan Ernest akan bermain duet di lagu yang sama. Tapi pada perkembangan nya, akhirnya diputuskanlah untuk mengerjakan materi masing masing secara terpisah.  Tanggal 11 Juli, kira kira pukul 13.00 Ernest datang ke studio saya untuk menyerahkan materi lagunya. Konsep yang dia ajukan cukup berbeda dengan konsep band nya, Cokelat. Ernest meramu lagunya bersama DJ Osvaldo (versi Rama RivaL remix), dan diberi judul Diskord. Awalnya Ernest hanya berniat untuk me-reamp (sebuah proses memasukkan kembali data gitar yang ada kedalam ampli lain dan kemudian direkam lagi) sound gitarnya. Lagu yang ada sebetulnya tidak ada lead gitar secara khusus, hanya ritem ritem rock untuk keperluan mengiringi beat disco dari DJ nya, tapi tiba tiba Ernest berkeputusan  untuk menambahkan part lead di beberapa part.  Karena tidak membawa gitar, Ernest meminjam gitar saya dan mulai mencari nada.Rekaman tidak berlangsung lama, dan berhasil selesai dalam 4 jam. Untuk usahanya itu saya hadiahi Ernest semangkok bakso kuah andalan  hahahaha.  Dan seperti biasa obrolan anak band ketika bertemu anak band lain biasanya tidak hanya seputar musik tapi juga melebar ke gossip gossip, baik yang ber skala internasional maupun lokal ha ha ha..

Bersambung ke part 3

Other News

Posted on: 28 Mar 2016
Share: Share on Facebook
Read 816 times.

dasdasdas

.
Posted on: 28 Mar 2016
Share: Share on Facebook
Read 902 times.

asd

.
Posted on: 4 Feb 2014
Share: Share on Facebook
Read 1159 times.

nah.

Posted on: 4 Feb 2014
Share: Share on Facebook
Read 1325 times.

Haiiiiiii !!!

Lama tak jumpa ! mohon maaf web ini sempat terabaikan.

Posted on: 18 Sep 2012
Share: Share on Facebook
Read 1774 times.

halo semua.

1 2 3 4 ... 6 Next >>